Now Playing Tracks

Halo @salehrahman

Kalo foto ini inget kita lagi dimana?
Ini foto nge-date awal-awal pacaran gitu. Di sepanjang jembatan le bridge. Waktu itu aku pingiiin banget ada foto bareng kamu sebelum aku balik ke Malang. Eh kamu mau gitu foto sambil jalan gitu diliatin orang-orang hehehe.

9 Maret, ulang tahun kamu. Selamat ulang tahun. Doa ku semoga kamu sehat selalu ya. Inget. I love you, sayang.

Sweet-sweet

Beruntung nih, bisa ikut merasakan satu hal paling sweet ketika kita hidup yaitu…………………….. merasakan menulis dan merancang sebuah tulisan yang biasa disebut dengan Skripsi.

Hahahaha

Doain ya, yang sweet-sweet ini bisa cepetan selesai. Soalnya kan mau merancang lagi hal yang sweet beneran nanti hihihi. Aamiin.

Mendung Melow Menikah

Kalau lagi mendung terus lagi gak ada kesibukan gini suka pingin nulis nulis sama nulis. Tapi… tentang apa ya?

Mendung? Melow? Hehehe. Kita omongin tentang ketertarikan paling menonjol yuk di kala memasuki usia 20 tahun ke atas aja yuk.

Apa ya itu?

Menikah.
Hehehe iya gak sih? Atau itu cuma ketertarikan saya aja ya?
Jadi, jauh sebelum ya-sekarang-saya-sudah-memiliki-kekasih. Sadar diajarkan oleh 2 orang mengenai: When you want to marry?

Pertama, ya mama. Mama dulu pernah bilang, “kalau bisa anak perempuan mama nikah di umur 24 tahun atau 25 tahun udah maksimal ya. Jangan mentingin karir atau keegoisan milih-milih calon pendamping.”

Kedua: Senior SMA, beliau bilang gini kurang lebih waktu lagi ngobrol santai di sofa salah satu food park. “Ya, kalo bisa di semester 3 udah mulai cari-cari pandangan sekiranya siapa yang akan jadi tujuan menikah kamu.”

Nah, kalau saya pribadi nih emang gak pernah mau pacaran sebelum umur di 19 tahun. Menurut saya, pacaran sekali terus komitmen hingga menikah. Ya, baiknya di agama saya gak usah pake pacaran langsung menikah aja. Iya, saya ingin itu. Tapi, balik ke tradisi keluarga kali ya, saya berat melakukan itu terlebih pernah nonton film yang agak bikin “berat” pernikahan tanpa pacaran. Ya, seharusnya mikir “itu cuma film”.

Selain itu, tujuan untuk pacaran itu adalah bisa nabung sama-sama untuk pengharapan dari pernikahan yang akan dijalani berdua hingga akhir hayat. Insya Allah.

Nah, sekarang saya udah usia 21 tahun dan memiliki kekasih dengan perbedaan usia 4 tahun di atas usia saya, yakni 25 tahun. Harapan-harapan indah pun bermunculan, syukurlah saya memiliki kekasih yang bisa diajak untuk membicarakan hal-hal ini, dan selama berhubungan hampir 3 tahun tidak ada kendala yang berarti walau kami menjalani long distance relationship sejak awal.

Harapan yang sama ketika saya menekankan pada diri “ah, gue gak mau ah nanti dapet suami bekasan dari orang (maksudnya pernah pacaran sama orang lain)” Nah bersyukur yang sekarang dijalani juga tidak pernah pacaran seperti saya. Kami, sangat menghargai satu sama lain. Kami, saling belajar dari kisah kasih orang-orang disekililing kami, maupun banyak tokoh.

Orang kaya? Anak orang kaya?
Ah tidak sama sekaliiiii.
Kami sedang bermimpi bertemu tahun 2016 dan kami bisa bersanding di pelaminan, dengan tabungan kami. Insya Allah. Sesampainya kami pulang bergandengan ke rumah pribadi hingga ke rumah Illahi nantinya.

Nb: 19 tahun kurang 2 bulan nemuin komitmen hingga detik ini. Alhamdulillah.  

*merona*

P: *nunggu 30 menit-an*

W: *datang* Maaf maaf ya maaf… Duh kamu lama banget ya nunggunya ya. *sambil lihat jam ditangan* Duuuh maaf hampir setengah jam.

P: *senyum* Baru juga setengah jam, lebih lama juga aku nunggu-nunggu supaya kamu dateng di kehidupan aku.

W: *merona*

Anak-Anak

Dapet banyak pelajaran abis ngobrol santai sama karahman malam ini.

——-
Ketika banyak orang yang sudah “tersakiti” namun ya tetap rasa empati pada anak-anak tetap menjadi tujuan mulia. Mempertahankan keberlangsungan hidup sang buah hati. Hingga dapat terus ceria. Bukan hanya ayah serta ibu kandung mereka. Namun, ayah ibu yang bahkan mereka tidak pernah tau itu siapa.

Ya, sekarang saya masih gak tau rasanya menjadi seorang ibu. Tapi, apa iya saya akan “menyakiti” orang banyak secara berulang sedangkan orang banyak itu sudah memikirkan keceriaan buah hati-juga pasangan- “saya” sedemikian?

About Time

Yesss!! Based on film, ini judul film yang 3 hari lalu ditonton.
Pertama agak aneh aja “mau” diajak nonton film genre drama.
Masuk bioskop dan voila! Universal yang “ngarap”.

…..
Bosen!

Hehe abisnya 2 jam lebih untuk nonton film drama gitu daaan lagi kental banget sama kisah percintaan si cowok. Apelah sebegitunya.

And….. Sampai pada cerita ngelantur lagi tiba-tiba sang ayah masuk di alur menghayal. Makin kerasa pegel-pegel deh punggung. Trus ditambah kisah sedih dari putusnya hubungan sang adik. Hah gwelak!

Hahaha, sampai pada 15 menit terakhir, so many tears yap so-many-tear-s. I learned.
When you have daddy, he want to sharing his favorite book, Please hear. When your daddy habitual smoker, Please alarmed.

Sesampai dirumah. Hal pertama yang gue cari adalah, air wudhu.

To Tumblr, Love Pixel Union